- Kenabian dan kerasulan telah terhenti. Tidak ada lagi Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad ﷺ.
- Para shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in yang secara langsung melanjutkan misi risalah tidak menyebutkan diri mereka sebagai Rasul.
- Daulah dan Khilafah, maupun pergerakan yang memperjuangkannya tidak pernah disebut sebagai institusi kerasulan dalam hadits Nabi ﷺ dan atsar shahabat.
- Tafsir yang tepat untuk setiap ayat Al Quran yang menggunakan istilah Rasul adalah, ayat tersebut berlaku untuk Rasulullah ﷺ dan berlaku pula untuk umat Islam yang beriman dan meneruskan perjuangan da’wah Rasulullah ﷺ. Namun, tidak seorangpun umat Islam yang disebut sebagai Rasul.
- Istilah Rasul yang mengacu kepada selain Rasulullah ﷺ adalah istilah baru yang menyesatkan, sehingga harus segera ditinggalkan.
Wallahu a’lam
- […] Bukan untuk Menyembunyikan Pemimpin, Tapi untuk Menyembunyikan Strateginya […]
- […] Sholat Tidak Penting, yang Penting Infaq […]
- […] Makna daana-yadiinu-diinan (دَانَ – يَدِىْنُ – دِيْنً) Berdasarkan Ha… […]
- […] Pemimpin mengatur pernikahan dan perceraian […]
- […] Makna daana-yadiinu-diinan (دَانَ – يَدِىْنُ – دِيْنً) Berdasarkan Ha… […]
Support Da’wah dan Kontak Kami di: